Triangle Love (Part
7)
Author :
Dini
Main Cast :
Cho Kyuhyun ( SUPER
JUNIOR )
Kim JongWoon ( SUPER
JUNIOR )
Dini ( Author narsis
)
Lee Donghae (SUPER JUNIOR)
Fani Yunisa [OC]
Support Cast :
All member super
junior
Rating :
PG
Genre :
Love
Length :
Chapter
Kyuhyun’s
POV
“Saranghaeyo
Dini-ya, jeongmal saranghaeyo..~” ucapku lalu menarik Dini ke dalam pelukanku.
Sungguh, aku sangat merindukannya! ELF berteriak melihat aku memeluk Dini. Tak
lama, aku melepas pelukanku, menggenggam erat kedua tangan Dini. “Eotte? Apa
kau mau menjadi yeojachingu ku?” tanyaku lagi. Dia menundukkan kepalanya, lalu
menghela nafas panjang.
“Oppa
aku......” jantungku berdesir hebat ketika dia mulai menjawab pertanyaanku. Aku
berharap-harap cemas mendengar apa yang akan dia katakan selanjutnya.
“Ne?
Kau kenapa? Katakan saja..” kataku mencoba menenangkannya. Siapa tahu dia masih
shock karena aku meminta jawabannya di depan semua penggemarku. Ku dengar dia
menghela nafas lagi.
“Oppa
aku.. aku juga menyayangimu. Keundae, hanya sebagai oppaku. Mian oppa, jeongmal
mianhae...~ aku.. aku tidak bermaksud untuk menyakitimu oppa, aku....” aku
langsung menarik Dini ke dalam pelukanku. CUKUP! Aku tidak mau mendengar
apa-apa lagi darinya. Aku tidak sanggup melihat wajahnya. Aku yakin jika dia
meneruskan ucapannya tadi, pasti dia akan menangis. Dan aku tidak mau hal itu
terjadi. Aku tidak mau melihatnya menangis, itu akan sangat menyakitiku.
Melihat keadaannya sekarang saja sudah mambuatku marah pada diriku sendiri,
apalagi jika melihatnya menangis? Ah, kau terlalu egois Cho Kyuhyun!
“Keumanhae
Dini-ya! Gwenchana, aku mengerti. Saranghaeyo nae yeodongsaeng..~” ucapku
tersenyum lalu melepas pelukanku dia mendongakkaan kepalanya menatapku.
“Oppa..”
panggilnya. Sepertinya dia terkejut melihat responku. Aissh, Dini-ya aku tidak
mungkin marah padamu. Karena aku memang tidak bisa marah padamu.
“Ne..
temuilah dia, aku juga akan merasa bahagia, jika kau bahagia. Aku tidak ingin
melihatmu tersiksa seperti ini. Kau tahu? Itu sangat menyakitiku.” jawabku lalu
mengelus pipinya lembut.
“Gomaweo
oppa, jeongmal gomaweo...” dia menghambur ke dalam pelukanku. ELF lagi-lagi
berteriak melihat Dini memelukku. Dan lihat! Karena teriakkan mereka, sekarang
hyungdeulku sudah berubah posisi sedang menatapku. “Na do saranghaeyo nae
oppa..~” jawabnya lalu melepas pelukannya. Aku menganggukkan kepalaku lagi
memastikan padanya bahwa aku baik-baik saja. Sebelum akhirnya di benar-benar pergi
dari hadapanku.
Kyuhyun’s POV End
JongWoon’s POV
“Arrrrrrrrrggggggghhhhhhhhh................Arrrrrrrrrggggggghhhhhhhhh................!!!”
ELF lagi-lagi berteriak histeris. Entah sudah ke berapa kalinya ELF berteriak
histeris seperti itu. Aku heran, sejak konser dimulai hingga sekarang mereka
terus saja berteriak-teriak seperti itu, apa pita suara mereka baik-baik saja?
-_-“ Sebenarnya apa yang dilakukan si evil itu sehingga membuat ELF tidak
henti-hentinya berteriak histeris seperti itu? Akhirnya karena penasaran, aku
bersama hyung dan dongsaengku memutuskan untuk membalikkan badan untuk melihat
apa yang sedang dilakukan Kyuhyun. Hana, dul, set, kami membalikkan badan untuk
melihat si evil Kyu. Dan..... OMONA! aku terkejut melihat Kyuhyun dan Dini yang
sedang berpelukan! Aigoo, aku berharap semua ini hanya mimpi, dan tidak lama
lagi aku akan terbangun dari mimpiku! Tapi sayang, ini semua nyata! Ya, NYATA!
SAKIT? Tentu saja aku merasakannya. Ah, ternyata memang sudah tidak ada harapan
lagi untukku bersamanya. Kalian lihat saja sekarang, Mereka sangat cocok bukan?
JongWoon-ah kau harus merelakannya! Kau tidak boleh egois JongWoon-ah! Aigoo,
kenapa semua member menatapku seperti itu? Apa aku terlihat sangat menyedihkan?
Akhirnya aku menundukkan kepalaku, aku tidak sanggup melihat apa yang akan
terjadi selanjutnya.
JongWoon’s POV End
Author’s POV
Tanpa
pikir panjang Dini langsung berjalan ke arah oppadeul. Semua member menatap
heran ke arah Dini. ‘Bukannya mereka sudah jadian? Kenapa Dini malah
meninggalkan Kyunnie?’ begitulah kira-kira arti tatapan mereka. Dini melangkah
dengan mantap ke arah Yesung, sedangkan orang yang di tuju sama sekali tidak
menyadarinya, karena dari tadi sibuk menundukkan wajahnya. Refleks semua member
menatap mereka berdua dan tersenyum penuh arti.
“Yesungie
oppa...” panggil Dini. ‘Bukankah itu suara Dini? Ya! JongWoon-ah berhentilah
berhalusinasi. Kau memang kecewa, tapi kau tidak boleh seperti ini!’ batin
Yesung dalam hati tapi tetap dengan posisinya yaitu menunduk. “Yesung oppa...!!”
panggil Dini lagi, tapi Yesung masih belum menoleh. Sebenarnya Yesung sangat
ingin mengangkat wajahnya, dan memastikan bahwa suara yang memanggilnya itu
adalah suara yeoja yang selama ini dia cintai, tapi dia terlalu takut untuk
melakukannya. Dia takut jika itu benar-benar hanya halusinasinya, dia akan
merasa sangat kecewa. ‘Andwae JongWoon-ah, kau harus bisa menahan dirimu jika
kau tidak ingin kecewa.’ batin Yesung.
“Aissh,
oppa jinjja! Kau ini menyebalkan sekali! Geurae, jika kau akan tetap menunduk
seperti itu, aku akan kembali pada Kyuhyun oppa!” kata Dini lalu membalikkan
badannya. ‘Apa dia bilang? Andwae! Tunggu sebentar! Suaranya semakin jelas!
Sepertinya aku memang tidak sedang berhalusinasi?’ batin Yesung.*yaelah si
oppa, dari tadi kemane aje bang? PLAAKK! abaikan* Akhirnya Yesung mendongakkan
wajahnya dan mendapati Dini hendak berjalan kembali menuju Kyuhyun. Dengan
cepat, Yesung meraih tangan Dini lalu menarik gadis itu ke dalam pelukannya.
“Kyaaaaaaaaaaaaaaaa.............Kyaaaaaaaaaaaaaaaaa......!!!”
ELF berteriak ketika Yesung memeluk Dini.
“Ku
mohon jangan lakukan itu! Aku tidak ingin kehilanganmu lagi. Kau tahu betapa
sakitnya aku ketika melihatmu berpelukan dengan namja lain sekalipun itu
dongsaengku? Kumohon tetaplah bersamaku, jangan tinggalkan aku lagi. Jebal..~”
kata Yesung mempererat pelukannya.
“Ne
oppa..” jawab Dini lalu membalas pelukan Yesung. Semua member tersenyum penuh
arti melihat bersatunya Dini dan Yesung. Bahkan Eunhyuk sampai menitikkan air
matanya di bahu Donghae. Ya, mereka memang sedang berpelukan. Kyuhyun yang
melihat mereka dari kejauhan pun ikut tersenyum meskipun masih ada sedikit rasa
sakit dihatinya.
Yesung
tersenyum mendengar jawaban Dini. “Saranghaeyo Dini-ya, jeongmal
saranghaeyo..~”
“Na
do saranghaeyo oppa..~” jawab Dini. Yesung melepaskan pelukannya, lalu
meletakkan kedua tangannya di pipi Dini. Dan menatap gadis itu lekat-lekat
dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.
Lagi-lagi
ELF hanya bisa berteriak histeris. ‘Kenapa gak gua aja sih yang ada di sana?’
‘Oppa.. aku juga mau di peluk dong...!!!’ ya, kira-kira begitulah arti
teriakkan mereka. Leeteuk yang menyadari mereka berdua terlalu terbawa suasana
dan tidak memikirkan keadaan bahwa mereka saat ini sedang berada di atas
panggung dan di saksikan beribu pasang mata, langsung menghampiri kedua
dongsaeng nya itu.
“Yesungie,
Dini-ya, sebaiknya kita selesaikan ini nanti di backstage, ne?” kata Leeteuk
menepuk pelan bahu Yesung.
“Ah,
ne hyung.” jawab Yesung kikuk.
“Mi..mianhae
oppa..” kata Dini sambil menunduk karena malu.
“Gwenchana
Dini-ya..” kata Leeteuk mengacak rambut Dini. Dini mendongakkan wajahnya lalu tersenyum
pada Leeteuk dan juga oppadeul.
“Annyeong
oppadeul....~” sapa Dini pada oppadeul membungkukkan badannya sopan.
“Annyeong...”
jawab mereka kompak.
“Kami
semua merindukanmu Dini-ya. Ya walaupun kami tahu kau lebih merindukan uri
Yesung hyung.” kata Eunhyuk menggoda Dini sambil menunjukkan gummy smilenya.
“Kau
ini ada-ada saja oppa. Tentu saja aku juga merindukan kalian semua..~” jawab
Dini sambil tersenyum.
“Geurae,
kita lanjutkan kangen-kangenan ini nanti saja di backstage ne? Sekarang kita
harus menghibur ELF lagi. Kajja!” kata Leeteuk lalu beranjak menuju backstage,
diikuti member lain. Dini pun kembali ke tempat duduknya.
Author’s POV End
Kyuhyun’s POV
“Good
Job guys..!!” kata Manager hyung menepuk bahuku. Ya, memang konser hari
terakhir kami di Indonesia sudah selesai dan terbilang sangat sukses. Aku
mengambil satu botol air mineral dingin dan meneguknya sekaligus sampai habis.
Ah, rasanya lega sekali. Aku mengambil handukku dan mengelap keringat yang
mengalir di wajahku. Ketika aku akan mengambil ponselku ke ruang rias, aku
bertemu dengan Fani. Kalian tahu apa yang aku pikirkan? *ya nggak lah bang, -_-
lu kate kite Rommy rafael bisa baca pikiran orang? PLAKK!! Abaikan* Ya, aku
memikirkan Dini. Pasti dia juga ada di sini. Aku melangkahkan kakikku untuk
mencarinya, semoga saja dia tidak sedang bersama Yesung hyung. Aku ingin
bertemu dengannya sekali lagi sebelum aku benar-benar melepaskannya bersama
Yesung hyung. Dan benar dugaanku dia ada disini, dia sedang duduk di sofa ruang
tunggu backstage yang berada di dekat
pintu keluar. (asli ini author ngarang banget!!) Dia sedang sibuk dengan
iPhone nya, aku menghampirinya dan duduk di sampingnya. Sepertinya dia tidak
menyadari kehadiranku.
“Dini-ya...~”
panggilku. Dia menoleh ke arahku dan tersenyum. Aigoo, aku pasti akan sangat
merindukan senyumannya.
“Ne
oppa. Ada apa?” tanyanya.
“Ani,
aku hanya ingin bertemu denganmu saja.” jawabku sambil tersenyum.
“Eoh,
hmmm oppa..~” panggilnya.
“Ne?”
jawabku menatapnya sambil tersenyum. Dia menundukkan wajahnya dan mulai
berbicara.
“Mianhae,
jeongmal mianhae oppa. Telah membuatmu menunggu lama akan keputusanku yang
membuatmu kecewa. Sungguh, aku tidak bermaksud untuk mengecewakanmu atau bahkan
menyakitimu oppa. Kau berhak menjauhiku atau bahkan membenciku oppa aku rela.”
ku dengar dia terisak. Aigoo, apa dia menangis? Ku letakkan kedua tanganku di
pipinya dan mengangkat wajahnya berhadapan denganku. Mengahapus air mata yang
mengalir di pipinya dengan ibu jariku.
“Gwenchana
Dini-ya, awalnya memang aku kecewa, tapi sekarang aku mengerti. Cinta itu
tumbuh dengan sendirinya dan mengalir apa adanya tanpa sebuah paksaan. Lagi
pula cinta itu tidak harus memiliki, jika kau bahagia aku juga akan ikut
bahagia.” jawabku mencoba menenangkannya. Aku merengkuhnya ke dalam pelukanku
mengelus rambutnya lembut. Dia menangis di pelukanku. Apa dia sekhawatir ini
akan membuatku kecewa? Aigoo Dini-ya, seharusnya kau tidak perlu seperti ini.
Aissh, Cho Kyuhyun kau benar-benar membuatnya tersiksa dengan perasaanmu! Kau
benar-benar egois Cho Kyuhyun!
“Uljima
Dini-ya. Mianhae telah membuatmu tersiksa. Harusnya kau tidak perlu khawatir akan
membuatku kecewa seperti ini. Aku tidak akan menjauhimu ataupun membencimu.
Berjanjilah padaku kau tidak akan seperti ini lagi, kau tahu? ini sangat
menyakitiku.” kataku lalu melepas pelukanku menggenggam kedua tangannya. “Lagi
pula aku melepasmu bukan untuk orang yang salah, dia itu hyung terbaikku. Aku
yakin kau akan bahagia bersamanya. Jangan seperti ini lagi, arasseo?” dia
mengangguk tanda mengerti lalu tersenyum.
“Gomaweo
oppa, jeongmal gomaweo..~”
“Ne,
cheonman..” jawabku membalas senyumannya. Jika kalian menanyakan bagaimana
perasaanku saat ini, aku juga bingung apa aku harus bahagia atau kecewa. Yang
jelas yang aku rasakan saat ini adalah aku benar-benar lega itu saja.
Kyuhyun’s POV End
JongWoon’s POV
Setelah
konser selesai aku langsung merapihkan barang-barangku. Di ruang rias aku
bertemu dengan Fani yang sibuk dengan iPhone nya. Pasti Dini juga ada di sini
pikirku. Aku segera melangkahkan kakiku mencari Dini. Langkahku terhenti ketika
aku melihat Dini sedang berpelukan dengan Kyuhyun. Berbagai macam pikiran
negative bermunculan di kepalaku. Akhirnya aku memutuskan untuk menguping
pembicaraan mereka.
“Uljima
Dini-ya. Mianhae telah membuatmu tersiksa. Harusnya kau tidak perlu khawatir
akan membuatku kecewa seperti ini. Aku tidak akan menjauhimu ataupun
membencimu. Berjanjilah padaku kau tidak akan seperti ini lagi, kau tahu? ini
sangat menyakitiku.” kata Kyuhyun lalu melepas pelukannya lalu menggenggam kedua
tangan Dini. “Lagi pula aku melepasmu bukan untuk orang yang salah, dia itu
hyung terbaikku. Aku yakin kau akan bahagia bersamanya. Jangan seperti ini
lagi, arasseo?” Dini mengangguk lalu tersenyum.
“Gomaweo
oppa, jeongmal gomaweo..~” kata Dini.
“Ne,
cheonman..” jawab Kyuhyun. Aigoo, aku tidak menyangka seorang Cho Kyuhyun yang
terkenal dengan ke evilannya bisa berkata seperti itu. Mianhae Kyu, aku telah
berburuk sangka padamu.
“Ehemm..Ehemm...”
aku berdehem untuk menyadarkan mereka. Jujur, lama-lama melihat mereka saling
bertatapan seperti itu memnbuat dadaku sesak. Ku lihat mereka menoleh ke arahku
salah tingkah. Aku menghampiri mereka berdua.
“Ya!
Yesungie! Sejak kapan kau berada di situ?” tanya Kyuhyun padaku sedikit
berteriak. Aissh anak ini, baru saja aku akan memujinya atas perkataanya tadi,
tapi dia sudah berubah menjadi setan lagi.
PLETAKK!!!
Aku
mendaratkan satu jitakan di kepalanya.
“Aissh,
appo..!!” ringis Kyuhyun. Hahaha.. rasakan jitakanku bocah evil.
“Kau
itu dongsaengku, panggil aku hyung arasseo?” kataku dengan penuh penekanan.
“Ne,
ne hyung arasseo. Kau ini bawel sekali! Hyung kau belum menjawab pertanyaanku,
sejak kapan kau berada di sini?”
“Sejak
kalian berpelukan.” Jawabku sambil tersenyum, ku lihat ada perubahan pada wajah
Kyuhyun, dia sepertinya terkejut mendengar perkataanku. “Ya! Kyunnie! Apa yang
kau lakukan hingga membuat Dini menangis, huh?”
“Aissh,
hyung, aku tidak melakukan apa-apa. Kau ini kenapa cerewet sekali sih hyung!”
jawabnya mengeluarkan smirknya. Apa dia bilang? Aku cerewet? Aissh dasar bocah
evil!
“Ya!
Neo!” aku hendak menjitaknya lagi, tapi Kyu menepis dengan tangannya.
“Hahahaha.....~
aku hanya bercanda hyung. Sudahlah aku akan merapihkan barang-barangku. Jaga
dia baik-baik hyung. Jika kau sampai menyakitinya aku tidak akan segan-segan
merampasnya darimu!” kata Kyuhyun dengan penuh penekanan. Dia menepuk bahuku
lalu berjalan meninggalkan aku dan Dini, sambil terkekeh. Hei, bukannya itu
kata-kataku saat itu padanya saat aku melihat dia menyatakan perasaannya pada
Dini? (yang baca part 5 nya pasti tahu deh) “Ya! Kyunnie, neo jinjja!” teriakku
padanya, dan kudengar dia mengeluarkan evil laugh nya. Aku menghampiri Dini dan
duduk di sampingnya.
“Gwenchana
Dini-ya? Apa dia menyakitimu?” tanyaku khawatir. Dia menggeleng sambil
tersenyum padaku. Aigoo, entah sudah berapa lama aku tidak melihat senyumannya,
aku benar-benar merindukannya.
“Ani
oppa. Dia baik sekali.” jawabnya. Mwo? Apa dia bilang? Si evil itu baik? Aissh,
dia itu tidak sopan Dini-ya.
“Syukurlah.
Hmmmm, Dini-ya..~” panggilku. Jujur saat ini aku gugup berada di dekatnya. Aku
bingung harus memulai pembicaraan dari mana.
“Ne
oppa?” jawabnya menoleh ke arahku membalas senyumanku.
“Gomaweo...~”
ucapku menatapnya sambil tersenyum dan memegang kedua tangannya erat.
“Untuk?”
tanyanya dengan tatapan bingung.
“Karena
kau mencintaiku. Kau tahu? Aku belum pernah merasa sebahagia ini sebelumnya.
Jangan pernah tinggalkan aku lagi Dini-ya. Aku benar-benar tidak ingin kehilanganmu.
Jebal..~” kataku memegang tangannya erat dan menatap lekat tepat di manik
matanya.
“Ne
oppa cheonman. Aku juga berterimakasih padamu karena kau begitu menyayangiku.
Aku juga tidak ingin kehilanganmu oppa.” jawabnya sambil tersenyum. Aku membalas
senyumannya lalu memeluk tubuhnya erat, membenamkan wajahku di pundaknya.
Sungguh aku sangat bahagia sekarang. Aku seakan telah menemukan kembali sesuatu
yang telah hilang dari hidupku.
“Saranghaeyo
Dini-ya, Jeongmal saranghaeyo..~” ucapku mempererat pelukanku.
“Na
do saranghaeyo oppa..~” jawabnya. Ah, aku lega sekali mendengar jawabannya.
Tapi, kenapa dia belum membalas
pelukanku? Apa dia masih merasa canggung? Aissh Dini-ya, harusnya kau itu tidak
perlu seperti itu. Kau ini yeojaku Dini-ya.
“Apa
kau bahagia?” dia mengangguk menjawab pertanyaanku. “Tapi kenapa kau belum
membalas pelukanku, humm? Geurae, jika kau tidak membalas pelukanku, aku tidak
akan melepas pelukanku Dini-ya.” kataku dengan nada menggoda.
“Aissh
oppa, neo jinjja!” katanya menepuk punggungku pelan lalu membalas pelukanku.
Aku terkekeh mendengar jawabannya. Sudah dapat kupastikan wajahnya memerah
sekarang, dan itu pasti membuatnya terlihat sangat lucu. Aigoo,, -___-
“Waeyo?
Apa kau masih merasa canggung? Aigoo, Dini-ya kau itu sudah menjadi yeojaku
sekarang, jadi kau tidak perlu seperti itu. Arasseo?” ucapku masih memeluknya.
Ah, entah kenapa aku merasa nyaman sekali memeluknya. Dia lagi-lagi hanya
menganggukkan kepalanya. “Mulai sekarang aku akan memanggilmu ‘chagi’, eotte?” kataku
lalu melepas pelukanku. Memegang kedua pipinya.
“Ne
Yesungie oppa dengan senang hati. Aigoo, ternyata apa yang di katakan Kyuhyun
oppa benar. Kau memang cerewet oppa!” katanya sambil terkekeh.
“Aissh
chagi, kenapa kau jadi ikut-ikutan si evil itu?” kataku lalu melepas tanganku
yang ada di pipinya. Dia mencubit kedua pipiku.
“Aissh,
appo chagi..~” kataku meringis dengan nada sedikit manja.
“Hahahaha...
kau lucu sekali oppa jika sedang cemberut. Hahahaha....~” aigoo, aku baru
mendengar tawa renyahnya lagi. Entah kapan terakhir kali aku mendengar tawanya.
Ah, aku benar-benar merindukan semua yang ada pada dirinya.
“Aissh,
neo jinjja! Aku sedang kesakitan karena cubitanmu, kau malah tertawa.
Tertawalah sepuasmu chagi...” kataku mengerucutkan bibirku.
“Mianhae
oppa, aku kan hanya bercanda. Keumanhae oppa! jangan menggodaku untuk mencubit
pipimu lagi.” Katanya masih terkekeh. Aku hanya bisa cemberut mendengar
ocehannya.
“Geurae,
aku akan memaafkanmu tapi ada syaratnya.” kataku mengeluarkan smirkku.
“Mwo?”
tanyanya heran.
“Popo..”
kataku sambil meyodorkan pipiku. Dia menggelengkan kepalanya cepat.
“Shireo!”
katanya.
“Mwo?
Baiklah kalau begitu, aku yang akan menciummu.”
Chuuupp..~
aku mencium keningnya lama dan lembut.
“Oppa..~”
panggilnya.
“Ne?”
“Mianhae,
aku tidak bisa mengantarmu ke bandara malam ini. Kau akan kembali ke Korea
malam ini kan?” tanyanya.
“Ne
chagi gwenchana. Bagaimana jika kau ikut denganku, hum?” tanyaku.
“Aissh
oppa, aku kan harus kuliah. Oppa jaga kesehatanmu, makanlah yang teratur dan
tidurlah yang cukup. Aku tidak ingin melihatmu kurus, arasseo?” katanya sambil
menatapku.
“Ne
chagi tenang saja.” jawabku lalu merengkuhnya ke dalam pelukanku. “Gomaweo
telah mengkhawatirkanku chagi..~ Jaga juga kesehatanmu, aku pasti akan kembali
kesini untuk menemuimu, maukah kau menungguku chagi?” tanyaku sambil mengelus
lembut rambutnya.
“Andwae
oppa...!! Biar aku saja yang menemuimu ke Korea. Aku tidak ingin kau dikejar-kejar
fansmu. Kau tahu ELF disini sangat mengenalimu meskipun kau dalam keadaan
menyamar!” katanya. Aigoo, dia bahkan sangat mengkhawatirkanku.
“Baiklah
kalau begitu aku yang akan menunggumu chagi. Dareun namjadeul chyeoda bojima,
arasseo!” kataku dengan penuh penekanan.
“Ne
oppa, arasseo.” katanya mengelus punggungku.
“Saranghaeyo
chagi...~” ucapku mempererat pelukanku.
“Nado
saranghaeyo oppa..~” jawabnya. Ah, sungguh aku sangat sangat bahagia kali ini.
Aku janji tidak akan pernah melepasnya lagi untuk kedua kalinya. Jeongmal
saranghaeyo Dini-ya...~
JongWoon POV End
Author’s POV
Sementara
itu di waktu yang bersamaan di lain tempat, Fani sedang duduk di sofa yang
berada di ruang rias menunggu namjachingunya yang tengah menghadap manager nya.
Ceklek..
Terdengar
suara pintu terbuka. Otomatis Fani menoleh ke arah pintu, dan mendapati
namjachingunya Lee Donghae tersenyum ke arahnya lalu menghampirinya.
“Chagiya...~”
panggil Donghae sambil merentangkan kedua tangannya hendak memeluk Fani.
“Eits,
apa yang akan kau lakukan oppa?” kata Fani menghindar.
“Aku
ingin memelukmu, bogoshipo chagi..~” rengek Donghae manja.
“Shireo!
Lap dulu keringatmu itu oppa, baru aku akan memelukmu, arasseo?” kata Fani
penuh penekanan.
“Ne,
ne. Keundae, aku ingin kau yang mengelap keringatku chagi, jebal...~” rengek
Donghae manja, lalu beranjak mengambil handuknya dan menyodorkannya pada Fani.
“Aissh
oppa kenapa kau manja sekali? Kau benar-benar namja berumur 26 tahun atau bukan
sih?” kata Fani sambil mengelap keringat pada wajah dan kedua tangan Donghae.
Lalu tiba-tiba Eunhyuk masuk menghampiri mereka berdua.
“Ck,
ck, ck. Kalian berdua membuatku iri saja. Fani-ya, kau tahu kan Donghae itu
coupleku. Jika kau mengelap keringatnya seperti itu, maka najom deryeoga!
Kajja.” kata Eunhyuk menyodorkan handuknya.
PLETAAK!!
Jitakan
Donghae mendarat dengan mulus di kening Eunhyuk.
“Awwww..
appo Ikan!” ringis Eunhyuk sambil mengusap-ngusap keningnya yang dijitak oleh
Donghae.
“Enak
saja kau menyuruh-nyuruh yeojaku. Jika kau ingin diperlakukan seperti tadi,
cepatlah cari yeojachingu. Jangan meyuruh yeojaku!” omel Donghae.
“Aissh,
ye ye, kau ini cerewet sekali!” kata Eunhyuk lalu beranjak membereskan
barang-barangnya yang terletak di meja rias tidak jauh dari tempat Fani dan
Donghae.
“Sudah
selesai...~” teriak Fani riang.
“Ah,
gomaweo chagi, bogoshipeo..~” kata Donghae lalu memeluk Fani. Fani pun membalas
pelukan Donghae.
“Nado
oppa.” jawab Fani. Eunhyuk yang melihat Fani dan Donghae hanya bisa
geleng-geleng ga jelas. *oppa sama aku aja.. hug Eunhyuk oppa..* *dibunuh
jewels!*
Donghae
melepas pelukannya lalu menggenggam kedua tangan Fani.
“Chagi,
jika tadi aku melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan oleh Kyunnie,
siapa yang akan kau pilih?” tanya Donghae.
“Hmmmm,
tentu saja aku akan memilih Kyuhyun oppa.” jawab Fani dengan riangnya tanpa
dosa.
“MWO?”
Donghae membulatkan matanya terkejut mendengar jawaban Fani.
“Hahahahaha,
kau ini payah sekali hyung. Yeojachingumu saja lebih memilihku dibandingkan
kau. Hahahaha...~” seru Kyuhyun yang entah sejak kapan berada di samping
Eunhyuk yang sedang sibuk dengan gadgetnya.
“DIAM
KAU BOCAH SETAN!” bentak Donghae pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa mendengus
mendengar bentakan Donghae.
“Aissh
chagi, kenapa kau lebih memilih bocah setan itu dari pada aku? Aku ini calon
suamimu chagi.” kata Donghae cemberut lalu membalikkan tubuhnya membelakangi
Fani.
“M..mwo?
Calon suami?” tanya Fani dengan mata membulat.
“Ne,
waeyo? Kau tidak mau menjadi istriku? Setelah Sushow ku selesai aku akan
menemui orang tuamu untuk melangsungkan pertunangan, dan kita akan menikah
setelah kau menyelesaikan kuliahmu. Ah, keundae sepertinya percuma saja, sudah
jelas kau akan menolakku kan?” kata Donghae masih dengan posisi yang sama yaitu
membelakangi Fani.
“Ani
oppa, bukan itu maksudku. Aku hanya mengaguminya sebagai idolaku. Apa aku tidak
boleh mengaguminya oppa?” jawab Fani sambil memegang kedua pundak Donghae
berusaha untuk membalikkan badan namjachingunya itu.
“Andwae..!!
Kau tidak boleh mengaguminya..!!” kata Donghae penuh penekanan tapi masih
dengan posisi membelakangu Fani.
“Aissh
oppa, waeyo? Lagi pula kan aku hanya mencintaimu oppa. MENCINTAIMU! Apa masih
kurang jelas, hum?”
“Jinjjayo?”
kata Donghae lalu membalikkan tubuhnya menghadap Fani.
“Ne,
jeongmal oppa.” kata Fani sambil menganggukkan kepalanya. “Mianhae..~” kata
Fani lagi lalu mengelus kedua pipi Donghae.
“Geurae.
Keundae....” Donghae menggantung jawabannya lalu mengeluarkan smirknya.
“Popo..” kata Donghae menyodorkan pipinya. Pada waktu yang bersamaan, semua
member masuk ke dalam ruang rias. “Kajja popo chagi..~” kata Donghae dengan
nada manja. Semua member terkekeh melihat tingkah Donghae.
“Shireo..!!”
kata Fani sambil menggelengkan kepalanya cepat.
“Aissh,
jinjja!” kata Donghae lalu melipat tangannya dan hendak membalikkan tubuhnya
kembali, tapi dicegah oleh Fani.
“Ne,
ne arasseo oppa.” kata Fani ragu lalu melirik ke sekitarnya yaitu ke arah
member SJ yang sedang berada di ruang rias membereskan barang masing-masing.
Member SJ yang lain berpura-pura sibuk dengan urusan masing-masing, seolah
tidak memperhatikan Fani dan Donghae.
“Kajja
chagi..~” kata Donghae menyodorkan pipinya lagi. Perlahan tapi pasti Fani
mendekat dan.....
Chuuppp..~
Fani
mencium pipi Donghae lembut lalu menunduk karena malu.
“Chagi,
tidak kusangka kau sebegitu inginnya menciumku bahkan saat di depan hyung dan
dongsaengku.” kata Donghae terkekeh lalu dengan segera mengambil posisi untuk
melarikan diri.
“Mwo?
Ya! Neo, jinjja!” kata Fani pada Donghae yang telah melarikan diri. “Ya! Lee
Donghae! Awas kau ikan ikan mokpo!” kata Fani lalu beranjak mengejar Donghae.
“Hahahahahahahaha............~”
tawa semua member.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar