Minggu, 17 Juni 2012

[Freelance] Triangle Love (Part 7 - End)

Title :
Triangle Love (Part 7)
Author :
Dini
Main Cast :
Cho Kyuhyun ( SUPER JUNIOR )
Kim JongWoon ( SUPER JUNIOR )
Dini ( Author narsis )
Lee Donghae (SUPER JUNIOR)
Fani Yunisa [OC]
Support Cast :
All member super junior
Rating :
PG
Genre :
Love
Length :
Chapter


Kyuhyun’s POV

“Saranghaeyo Dini-ya, jeongmal saranghaeyo..~” ucapku lalu menarik Dini ke dalam pelukanku. Sungguh, aku sangat merindukannya! ELF berteriak melihat aku memeluk Dini. Tak lama, aku melepas pelukanku, menggenggam erat kedua tangan Dini. “Eotte? Apa kau mau menjadi yeojachingu ku?” tanyaku lagi. Dia menundukkan kepalanya, lalu menghela nafas panjang.

“Oppa aku......” jantungku berdesir hebat ketika dia mulai menjawab pertanyaanku. Aku berharap-harap cemas mendengar apa yang akan dia katakan selanjutnya.

“Ne? Kau kenapa? Katakan saja..” kataku mencoba menenangkannya. Siapa tahu dia masih shock karena aku meminta jawabannya di depan semua penggemarku. Ku dengar dia menghela nafas lagi.

“Oppa aku.. aku juga menyayangimu. Keundae, hanya sebagai oppaku. Mian oppa, jeongmal mianhae...~ aku.. aku tidak bermaksud untuk menyakitimu oppa, aku....” aku langsung menarik Dini ke dalam pelukanku. CUKUP! Aku tidak mau mendengar apa-apa lagi darinya. Aku tidak sanggup melihat wajahnya. Aku yakin jika dia meneruskan ucapannya tadi, pasti dia akan menangis. Dan aku tidak mau hal itu terjadi. Aku tidak mau melihatnya menangis, itu akan sangat menyakitiku. Melihat keadaannya sekarang saja sudah mambuatku marah pada diriku sendiri, apalagi jika melihatnya menangis? Ah, kau terlalu egois Cho Kyuhyun!

“Keumanhae Dini-ya! Gwenchana, aku mengerti. Saranghaeyo nae yeodongsaeng..~” ucapku tersenyum lalu melepas pelukanku dia mendongakkaan kepalanya menatapku.

“Oppa..” panggilnya. Sepertinya dia terkejut melihat responku. Aissh, Dini-ya aku tidak mungkin marah padamu. Karena aku memang tidak bisa marah padamu.

“Ne.. temuilah dia, aku juga akan merasa bahagia, jika kau bahagia. Aku tidak ingin melihatmu tersiksa seperti ini. Kau tahu? Itu sangat menyakitiku.” jawabku lalu mengelus pipinya lembut.

“Gomaweo oppa, jeongmal gomaweo...” dia menghambur ke dalam pelukanku. ELF lagi-lagi berteriak melihat Dini memelukku. Dan lihat! Karena teriakkan mereka, sekarang hyungdeulku sudah berubah posisi sedang menatapku. “Na do saranghaeyo nae oppa..~” jawabnya lalu melepas pelukannya. Aku menganggukkan kepalaku lagi memastikan padanya bahwa aku baik-baik saja. Sebelum akhirnya di benar-benar pergi dari hadapanku.

Kyuhyun’s POV End

JongWoon’s POV

“Arrrrrrrrrggggggghhhhhhhhh................Arrrrrrrrrggggggghhhhhhhhh................!!!” ELF lagi-lagi berteriak histeris. Entah sudah ke berapa kalinya ELF berteriak histeris seperti itu. Aku heran, sejak konser dimulai hingga sekarang mereka terus saja berteriak-teriak seperti itu, apa pita suara mereka baik-baik saja? -_-“ Sebenarnya apa yang dilakukan si evil itu sehingga membuat ELF tidak henti-hentinya berteriak histeris seperti itu? Akhirnya karena penasaran, aku bersama hyung dan dongsaengku memutuskan untuk membalikkan badan untuk melihat apa yang sedang dilakukan Kyuhyun. Hana, dul, set, kami membalikkan badan untuk melihat si evil Kyu. Dan..... OMONA! aku terkejut melihat Kyuhyun dan Dini yang sedang berpelukan! Aigoo, aku berharap semua ini hanya mimpi, dan tidak lama lagi aku akan terbangun dari mimpiku! Tapi sayang, ini semua nyata! Ya, NYATA! SAKIT? Tentu saja aku merasakannya. Ah, ternyata memang sudah tidak ada harapan lagi untukku bersamanya. Kalian lihat saja sekarang, Mereka sangat cocok bukan? JongWoon-ah kau harus merelakannya! Kau tidak boleh egois JongWoon-ah! Aigoo, kenapa semua member menatapku seperti itu? Apa aku terlihat sangat menyedihkan? Akhirnya aku menundukkan kepalaku, aku tidak sanggup melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

JongWoon’s POV End

Author’s POV

Tanpa pikir panjang Dini langsung berjalan ke arah oppadeul. Semua member menatap heran ke arah Dini. ‘Bukannya mereka sudah jadian? Kenapa Dini malah meninggalkan Kyunnie?’ begitulah kira-kira arti tatapan mereka. Dini melangkah dengan mantap ke arah Yesung, sedangkan orang yang di tuju sama sekali tidak menyadarinya, karena dari tadi sibuk menundukkan wajahnya. Refleks semua member menatap mereka berdua dan tersenyum penuh arti.

“Yesungie oppa...” panggil Dini. ‘Bukankah itu suara Dini? Ya! JongWoon-ah berhentilah berhalusinasi. Kau memang kecewa, tapi kau tidak boleh seperti ini!’ batin Yesung dalam hati tapi tetap dengan posisinya yaitu menunduk. “Yesung oppa...!!” panggil Dini lagi, tapi Yesung masih belum menoleh. Sebenarnya Yesung sangat ingin mengangkat wajahnya, dan memastikan bahwa suara yang memanggilnya itu adalah suara yeoja yang selama ini dia cintai, tapi dia terlalu takut untuk melakukannya. Dia takut jika itu benar-benar hanya halusinasinya, dia akan merasa sangat kecewa. ‘Andwae JongWoon-ah, kau harus bisa menahan dirimu jika kau tidak ingin kecewa.’ batin Yesung.

“Aissh, oppa jinjja! Kau ini menyebalkan sekali! Geurae, jika kau akan tetap menunduk seperti itu, aku akan kembali pada Kyuhyun oppa!” kata Dini lalu membalikkan badannya. ‘Apa dia bilang? Andwae! Tunggu sebentar! Suaranya semakin jelas! Sepertinya aku memang tidak sedang berhalusinasi?’ batin Yesung.*yaelah si oppa, dari tadi kemane aje bang? PLAAKK! abaikan* Akhirnya Yesung mendongakkan wajahnya dan mendapati Dini hendak berjalan kembali menuju Kyuhyun. Dengan cepat, Yesung meraih tangan Dini lalu menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaa.............Kyaaaaaaaaaaaaaaaaa......!!!” ELF berteriak ketika Yesung memeluk Dini.

“Ku mohon jangan lakukan itu! Aku tidak ingin kehilanganmu lagi. Kau tahu betapa sakitnya aku ketika melihatmu berpelukan dengan namja lain sekalipun itu dongsaengku? Kumohon tetaplah bersamaku, jangan tinggalkan aku lagi. Jebal..~” kata Yesung mempererat pelukannya.

“Ne oppa..” jawab Dini lalu membalas pelukan Yesung. Semua member tersenyum penuh arti melihat bersatunya Dini dan Yesung. Bahkan Eunhyuk sampai menitikkan air matanya di bahu Donghae. Ya, mereka memang sedang berpelukan. Kyuhyun yang melihat mereka dari kejauhan pun ikut tersenyum meskipun masih ada sedikit rasa sakit dihatinya. 

Yesung tersenyum mendengar jawaban Dini. “Saranghaeyo Dini-ya, jeongmal saranghaeyo..~”

“Na do saranghaeyo oppa..~” jawab Dini. Yesung melepaskan pelukannya, lalu meletakkan kedua tangannya di pipi Dini. Dan menatap gadis itu lekat-lekat dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.

Lagi-lagi ELF hanya bisa berteriak histeris. ‘Kenapa gak gua aja sih yang ada di sana?’ ‘Oppa.. aku juga mau di peluk dong...!!!’ ya, kira-kira begitulah arti teriakkan mereka. Leeteuk yang menyadari mereka berdua terlalu terbawa suasana dan tidak memikirkan keadaan bahwa mereka saat ini sedang berada di atas panggung dan di saksikan beribu pasang mata, langsung menghampiri kedua dongsaeng nya itu.

“Yesungie, Dini-ya, sebaiknya kita selesaikan ini nanti di backstage, ne?” kata Leeteuk menepuk pelan bahu Yesung.

“Ah, ne hyung.” jawab Yesung kikuk.

“Mi..mianhae oppa..” kata Dini sambil menunduk karena malu.

“Gwenchana Dini-ya..” kata Leeteuk mengacak rambut Dini. Dini mendongakkan wajahnya lalu tersenyum pada Leeteuk dan juga oppadeul.

“Annyeong oppadeul....~” sapa Dini pada oppadeul membungkukkan badannya sopan.

“Annyeong...” jawab mereka kompak.

“Kami semua merindukanmu Dini-ya. Ya walaupun kami tahu kau lebih merindukan uri Yesung hyung.” kata Eunhyuk menggoda Dini sambil menunjukkan gummy smilenya.

“Kau ini ada-ada saja oppa. Tentu saja aku juga merindukan kalian semua..~” jawab Dini sambil tersenyum.

“Geurae, kita lanjutkan kangen-kangenan ini nanti saja di backstage ne? Sekarang kita harus menghibur ELF lagi. Kajja!” kata Leeteuk lalu beranjak menuju backstage, diikuti member lain. Dini pun kembali ke tempat duduknya.

Author’s POV End

Kyuhyun’s POV

“Good Job guys..!!” kata Manager hyung menepuk bahuku. Ya, memang konser hari terakhir kami di Indonesia sudah selesai dan terbilang sangat sukses. Aku mengambil satu botol air mineral dingin dan meneguknya sekaligus sampai habis. Ah, rasanya lega sekali. Aku mengambil handukku dan mengelap keringat yang mengalir di wajahku. Ketika aku akan mengambil ponselku ke ruang rias, aku bertemu dengan Fani. Kalian tahu apa yang aku pikirkan? *ya nggak lah bang, -_- lu kate kite Rommy rafael bisa baca pikiran orang? PLAKK!! Abaikan* Ya, aku memikirkan Dini. Pasti dia juga ada di sini. Aku melangkahkan kakikku untuk mencarinya, semoga saja dia tidak sedang bersama Yesung hyung. Aku ingin bertemu dengannya sekali lagi sebelum aku benar-benar melepaskannya bersama Yesung hyung. Dan benar dugaanku dia ada disini, dia sedang duduk di sofa ruang tunggu backstage yang berada di dekat  pintu keluar. (asli ini author ngarang banget!!) Dia sedang sibuk dengan iPhone nya, aku menghampirinya dan duduk di sampingnya. Sepertinya dia tidak menyadari kehadiranku.

“Dini-ya...~” panggilku. Dia menoleh ke arahku dan tersenyum. Aigoo, aku pasti akan sangat merindukan senyumannya.

“Ne oppa. Ada apa?” tanyanya.

“Ani, aku hanya ingin bertemu denganmu saja.” jawabku sambil tersenyum.

“Eoh, hmmm oppa..~” panggilnya.

“Ne?” jawabku menatapnya sambil tersenyum. Dia menundukkan wajahnya dan mulai berbicara.

“Mianhae, jeongmal mianhae oppa. Telah membuatmu menunggu lama akan keputusanku yang membuatmu kecewa. Sungguh, aku tidak bermaksud untuk mengecewakanmu atau bahkan menyakitimu oppa. Kau berhak menjauhiku atau bahkan membenciku oppa aku rela.” ku dengar dia terisak. Aigoo, apa dia menangis? Ku letakkan kedua tanganku di pipinya dan mengangkat wajahnya berhadapan denganku. Mengahapus air mata yang mengalir di pipinya dengan ibu jariku.

“Gwenchana Dini-ya, awalnya memang aku kecewa, tapi sekarang aku mengerti. Cinta itu tumbuh dengan sendirinya dan mengalir apa adanya tanpa sebuah paksaan. Lagi pula cinta itu tidak harus memiliki, jika kau bahagia aku juga akan ikut bahagia.” jawabku mencoba menenangkannya. Aku merengkuhnya ke dalam pelukanku mengelus rambutnya lembut. Dia menangis di pelukanku. Apa dia sekhawatir ini akan membuatku kecewa? Aigoo Dini-ya, seharusnya kau tidak perlu seperti ini. Aissh, Cho Kyuhyun kau benar-benar membuatnya tersiksa dengan perasaanmu! Kau benar-benar egois Cho Kyuhyun!

“Uljima Dini-ya. Mianhae telah membuatmu tersiksa. Harusnya kau tidak perlu khawatir akan membuatku kecewa seperti ini. Aku tidak akan menjauhimu ataupun membencimu. Berjanjilah padaku kau tidak akan seperti ini lagi, kau tahu? ini sangat menyakitiku.” kataku lalu melepas pelukanku menggenggam kedua tangannya. “Lagi pula aku melepasmu bukan untuk orang yang salah, dia itu hyung terbaikku. Aku yakin kau akan bahagia bersamanya. Jangan seperti ini lagi, arasseo?” dia mengangguk tanda mengerti lalu tersenyum.

“Gomaweo oppa, jeongmal gomaweo..~”

“Ne, cheonman..” jawabku membalas senyumannya. Jika kalian menanyakan bagaimana perasaanku saat ini, aku juga bingung apa aku harus bahagia atau kecewa. Yang jelas yang aku rasakan saat ini adalah aku benar-benar lega itu saja.

Kyuhyun’s POV End

JongWoon’s POV

Setelah konser selesai aku langsung merapihkan barang-barangku. Di ruang rias aku bertemu dengan Fani yang sibuk dengan iPhone nya. Pasti Dini juga ada di sini pikirku. Aku segera melangkahkan kakiku mencari Dini. Langkahku terhenti ketika aku melihat Dini sedang berpelukan dengan Kyuhyun. Berbagai macam pikiran negative bermunculan di kepalaku. Akhirnya aku memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka.

“Uljima Dini-ya. Mianhae telah membuatmu tersiksa. Harusnya kau tidak perlu khawatir akan membuatku kecewa seperti ini. Aku tidak akan menjauhimu ataupun membencimu. Berjanjilah padaku kau tidak akan seperti ini lagi, kau tahu? ini sangat menyakitiku.” kata Kyuhyun lalu melepas pelukannya lalu menggenggam kedua tangan Dini. “Lagi pula aku melepasmu bukan untuk orang yang salah, dia itu hyung terbaikku. Aku yakin kau akan bahagia bersamanya. Jangan seperti ini lagi, arasseo?” Dini mengangguk lalu tersenyum.

“Gomaweo oppa, jeongmal gomaweo..~” kata Dini.

“Ne, cheonman..” jawab Kyuhyun. Aigoo, aku tidak menyangka seorang Cho Kyuhyun yang terkenal dengan ke evilannya bisa berkata seperti itu. Mianhae Kyu, aku telah berburuk sangka padamu.

“Ehemm..Ehemm...” aku berdehem untuk menyadarkan mereka. Jujur, lama-lama melihat mereka saling bertatapan seperti itu memnbuat dadaku sesak. Ku lihat mereka menoleh ke arahku salah tingkah. Aku menghampiri mereka berdua.

“Ya! Yesungie! Sejak kapan kau berada di situ?” tanya Kyuhyun padaku sedikit berteriak. Aissh anak ini, baru saja aku akan memujinya atas perkataanya tadi, tapi dia sudah berubah menjadi setan lagi.

PLETAKK!!!

Aku mendaratkan satu jitakan di kepalanya.

“Aissh, appo..!!” ringis Kyuhyun. Hahaha.. rasakan jitakanku bocah evil.

“Kau itu dongsaengku, panggil aku hyung arasseo?” kataku dengan penuh penekanan.

“Ne, ne hyung arasseo. Kau ini bawel sekali! Hyung kau belum menjawab pertanyaanku, sejak kapan kau berada di sini?”

“Sejak kalian berpelukan.” Jawabku sambil tersenyum, ku lihat ada perubahan pada wajah Kyuhyun, dia sepertinya terkejut mendengar perkataanku. “Ya! Kyunnie! Apa yang kau lakukan hingga membuat Dini menangis, huh?”

“Aissh, hyung, aku tidak melakukan apa-apa. Kau ini kenapa cerewet sekali sih hyung!” jawabnya mengeluarkan smirknya. Apa dia bilang? Aku cerewet? Aissh dasar bocah evil!

“Ya! Neo!” aku hendak menjitaknya lagi, tapi Kyu menepis dengan tangannya.

“Hahahaha.....~ aku hanya bercanda hyung. Sudahlah aku akan merapihkan barang-barangku. Jaga dia baik-baik hyung. Jika kau sampai menyakitinya aku tidak akan segan-segan merampasnya darimu!” kata Kyuhyun dengan penuh penekanan. Dia menepuk bahuku lalu berjalan meninggalkan aku dan Dini, sambil terkekeh. Hei, bukannya itu kata-kataku saat itu padanya saat aku melihat dia menyatakan perasaannya pada Dini? (yang baca part 5 nya pasti tahu deh) “Ya! Kyunnie, neo jinjja!” teriakku padanya, dan kudengar dia mengeluarkan evil laugh nya. Aku menghampiri Dini dan duduk di sampingnya.

“Gwenchana Dini-ya? Apa dia menyakitimu?” tanyaku khawatir. Dia menggeleng sambil tersenyum padaku. Aigoo, entah sudah berapa lama aku tidak melihat senyumannya, aku benar-benar merindukannya.

“Ani oppa. Dia baik sekali.” jawabnya. Mwo? Apa dia bilang? Si evil itu baik? Aissh, dia itu tidak sopan Dini-ya.

“Syukurlah. Hmmmm, Dini-ya..~” panggilku. Jujur saat ini aku gugup berada di dekatnya. Aku bingung harus memulai pembicaraan dari mana.

“Ne oppa?” jawabnya menoleh ke arahku membalas senyumanku.

“Gomaweo...~” ucapku menatapnya sambil tersenyum dan memegang kedua tangannya erat.

“Untuk?” tanyanya dengan tatapan bingung.

“Karena kau mencintaiku. Kau tahu? Aku belum pernah merasa sebahagia ini sebelumnya. Jangan pernah tinggalkan aku lagi Dini-ya. Aku benar-benar tidak ingin kehilanganmu. Jebal..~” kataku memegang tangannya erat dan menatap lekat tepat di manik matanya.

“Ne oppa cheonman. Aku juga berterimakasih padamu karena kau begitu menyayangiku. Aku juga tidak ingin kehilanganmu oppa.” jawabnya sambil tersenyum. Aku membalas senyumannya lalu memeluk tubuhnya erat, membenamkan wajahku di pundaknya. Sungguh aku sangat bahagia sekarang. Aku seakan telah menemukan kembali sesuatu yang telah hilang dari hidupku.

“Saranghaeyo Dini-ya, Jeongmal saranghaeyo..~” ucapku mempererat pelukanku.

“Na do saranghaeyo oppa..~” jawabnya. Ah, aku lega sekali mendengar jawabannya. Tapi,  kenapa dia belum membalas pelukanku? Apa dia masih merasa canggung? Aissh Dini-ya, harusnya kau itu tidak perlu seperti itu. Kau ini yeojaku Dini-ya.

“Apa kau bahagia?” dia mengangguk menjawab pertanyaanku. “Tapi kenapa kau belum membalas pelukanku, humm? Geurae, jika kau tidak membalas pelukanku, aku tidak akan melepas pelukanku Dini-ya.” kataku dengan nada menggoda.

“Aissh oppa, neo jinjja!” katanya menepuk punggungku pelan lalu membalas pelukanku. Aku terkekeh mendengar jawabannya. Sudah dapat kupastikan wajahnya memerah sekarang, dan itu pasti membuatnya terlihat sangat lucu. Aigoo,, -___-

“Waeyo? Apa kau masih merasa canggung? Aigoo, Dini-ya kau itu sudah menjadi yeojaku sekarang, jadi kau tidak perlu seperti itu. Arasseo?” ucapku masih memeluknya. Ah, entah kenapa aku merasa nyaman sekali memeluknya. Dia lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya. “Mulai sekarang aku akan memanggilmu ‘chagi’, eotte?” kataku lalu melepas pelukanku. Memegang kedua pipinya.

“Ne Yesungie oppa dengan senang hati. Aigoo, ternyata apa yang di katakan Kyuhyun oppa benar. Kau memang cerewet oppa!” katanya sambil terkekeh.

“Aissh chagi, kenapa kau jadi ikut-ikutan si evil itu?” kataku lalu melepas tanganku yang ada di pipinya. Dia mencubit kedua pipiku.

“Aissh, appo chagi..~” kataku meringis dengan nada sedikit manja.

“Hahahaha... kau lucu sekali oppa jika sedang cemberut. Hahahaha....~” aigoo, aku baru mendengar tawa renyahnya lagi. Entah kapan terakhir kali aku mendengar tawanya. Ah, aku benar-benar merindukan semua yang ada pada dirinya.

“Aissh, neo jinjja! Aku sedang kesakitan karena cubitanmu, kau malah tertawa. Tertawalah sepuasmu chagi...” kataku mengerucutkan bibirku.

“Mianhae oppa, aku kan hanya bercanda. Keumanhae oppa! jangan menggodaku untuk mencubit pipimu lagi.” Katanya masih terkekeh. Aku hanya bisa cemberut mendengar ocehannya.

“Geurae, aku akan memaafkanmu tapi ada syaratnya.” kataku  mengeluarkan smirkku.

“Mwo?” tanyanya heran.

“Popo..” kataku sambil meyodorkan pipiku. Dia menggelengkan kepalanya cepat.

“Shireo!” katanya.

“Mwo? Baiklah kalau begitu, aku yang akan menciummu.”

Chuuupp..~ aku mencium keningnya lama dan lembut.

“Oppa..~” panggilnya.

“Ne?”

“Mianhae, aku tidak bisa mengantarmu ke bandara malam ini. Kau akan kembali ke Korea malam ini kan?” tanyanya.

“Ne chagi gwenchana. Bagaimana jika kau ikut denganku, hum?” tanyaku.

“Aissh oppa, aku kan harus kuliah. Oppa jaga kesehatanmu, makanlah yang teratur dan tidurlah yang cukup. Aku tidak ingin melihatmu kurus, arasseo?” katanya sambil menatapku.

“Ne chagi tenang saja.” jawabku lalu merengkuhnya ke dalam pelukanku. “Gomaweo telah mengkhawatirkanku chagi..~ Jaga juga kesehatanmu, aku pasti akan kembali kesini untuk menemuimu, maukah kau menungguku chagi?” tanyaku sambil mengelus lembut rambutnya.

“Andwae oppa...!! Biar aku saja yang menemuimu ke Korea. Aku tidak ingin kau dikejar-kejar fansmu. Kau tahu ELF disini sangat mengenalimu meskipun kau dalam keadaan menyamar!” katanya. Aigoo, dia bahkan sangat mengkhawatirkanku.

“Baiklah kalau begitu aku yang akan menunggumu chagi. Dareun namjadeul chyeoda bojima, arasseo!” kataku dengan penuh penekanan.

“Ne oppa, arasseo.” katanya mengelus punggungku.

“Saranghaeyo chagi...~” ucapku mempererat pelukanku.

“Nado saranghaeyo oppa..~” jawabnya. Ah, sungguh aku sangat sangat bahagia kali ini. Aku janji tidak akan pernah melepasnya lagi untuk kedua kalinya. Jeongmal saranghaeyo Dini-ya...~

JongWoon POV End

Author’s POV

Sementara itu di waktu yang bersamaan di lain tempat, Fani sedang duduk di sofa yang berada di ruang rias menunggu namjachingunya yang tengah menghadap manager nya.

Ceklek..

Terdengar suara pintu terbuka. Otomatis Fani menoleh ke arah pintu, dan mendapati namjachingunya Lee Donghae tersenyum ke arahnya lalu menghampirinya.

“Chagiya...~” panggil Donghae sambil merentangkan kedua tangannya hendak memeluk Fani.

“Eits, apa yang akan kau lakukan oppa?” kata Fani menghindar.

“Aku ingin memelukmu, bogoshipo chagi..~” rengek Donghae manja.

“Shireo! Lap dulu keringatmu itu oppa, baru aku akan memelukmu, arasseo?” kata Fani penuh penekanan.

“Ne, ne. Keundae, aku ingin kau yang mengelap keringatku chagi, jebal...~” rengek Donghae manja, lalu beranjak mengambil handuknya dan menyodorkannya pada Fani.

“Aissh oppa kenapa kau manja sekali? Kau benar-benar namja berumur 26 tahun atau bukan sih?” kata Fani sambil mengelap keringat pada wajah dan kedua tangan Donghae. Lalu tiba-tiba Eunhyuk masuk menghampiri mereka berdua.

“Ck, ck, ck. Kalian berdua membuatku iri saja. Fani-ya, kau tahu kan Donghae itu coupleku. Jika kau mengelap keringatnya seperti itu, maka najom deryeoga! Kajja.” kata Eunhyuk menyodorkan handuknya.

PLETAAK!!

Jitakan Donghae mendarat dengan mulus di kening Eunhyuk.

“Awwww.. appo Ikan!” ringis Eunhyuk sambil mengusap-ngusap keningnya yang dijitak oleh Donghae.

“Enak saja kau menyuruh-nyuruh yeojaku. Jika kau ingin diperlakukan seperti tadi, cepatlah cari yeojachingu. Jangan meyuruh yeojaku!” omel Donghae.

“Aissh, ye ye, kau ini cerewet sekali!” kata Eunhyuk lalu beranjak membereskan barang-barangnya yang terletak di meja rias tidak jauh dari tempat Fani dan Donghae.

“Sudah selesai...~” teriak Fani riang.

“Ah, gomaweo chagi, bogoshipeo..~” kata Donghae lalu memeluk Fani. Fani pun membalas pelukan Donghae.

“Nado oppa.” jawab Fani. Eunhyuk yang melihat Fani dan Donghae hanya bisa geleng-geleng ga jelas. *oppa sama aku aja.. hug Eunhyuk oppa..* *dibunuh jewels!*

Donghae melepas pelukannya lalu menggenggam kedua tangan Fani.

“Chagi, jika tadi aku melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan oleh Kyunnie, siapa yang akan kau pilih?” tanya Donghae.

“Hmmmm, tentu saja aku akan memilih Kyuhyun oppa.” jawab Fani dengan riangnya tanpa dosa.

“MWO?” Donghae membulatkan matanya terkejut mendengar jawaban Fani.

“Hahahahaha, kau ini payah sekali hyung. Yeojachingumu saja lebih memilihku dibandingkan kau. Hahahaha...~” seru Kyuhyun yang entah sejak kapan berada di samping Eunhyuk yang sedang sibuk dengan gadgetnya.

“DIAM KAU BOCAH SETAN!” bentak Donghae pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa mendengus mendengar bentakan Donghae.

“Aissh chagi, kenapa kau lebih memilih bocah setan itu dari pada aku? Aku ini calon suamimu chagi.” kata Donghae cemberut lalu membalikkan tubuhnya membelakangi Fani.

“M..mwo? Calon suami?” tanya Fani dengan mata membulat.

“Ne, waeyo? Kau tidak mau menjadi istriku? Setelah Sushow ku selesai aku akan menemui orang tuamu untuk melangsungkan pertunangan, dan kita akan menikah setelah kau menyelesaikan kuliahmu. Ah, keundae sepertinya percuma saja, sudah jelas kau akan menolakku kan?” kata Donghae masih dengan posisi yang sama yaitu membelakangi Fani.

“Ani oppa, bukan itu maksudku. Aku hanya mengaguminya sebagai idolaku. Apa aku tidak boleh mengaguminya oppa?” jawab Fani sambil memegang kedua pundak Donghae berusaha untuk membalikkan badan namjachingunya itu.

“Andwae..!! Kau tidak boleh mengaguminya..!!” kata Donghae penuh penekanan tapi masih dengan posisi membelakangu Fani.

“Aissh oppa, waeyo? Lagi pula kan aku hanya mencintaimu oppa. MENCINTAIMU! Apa masih kurang jelas, hum?”

“Jinjjayo?” kata Donghae lalu membalikkan tubuhnya menghadap Fani.

“Ne, jeongmal oppa.” kata Fani sambil menganggukkan kepalanya. “Mianhae..~” kata Fani lagi lalu mengelus kedua pipi Donghae.

“Geurae. Keundae....” Donghae menggantung jawabannya lalu mengeluarkan smirknya. “Popo..” kata Donghae menyodorkan pipinya. Pada waktu yang bersamaan, semua member masuk ke dalam ruang rias. “Kajja popo chagi..~” kata Donghae dengan nada manja. Semua member terkekeh melihat tingkah Donghae.

“Shireo..!!” kata Fani sambil menggelengkan kepalanya cepat.

“Aissh, jinjja!” kata Donghae lalu melipat tangannya dan hendak membalikkan tubuhnya kembali, tapi dicegah oleh Fani.

“Ne, ne arasseo oppa.” kata Fani ragu lalu melirik ke sekitarnya yaitu ke arah member SJ yang sedang berada di ruang rias membereskan barang masing-masing. Member SJ yang lain berpura-pura sibuk dengan urusan masing-masing, seolah tidak memperhatikan Fani dan Donghae.

“Kajja chagi..~” kata Donghae menyodorkan pipinya lagi. Perlahan tapi pasti Fani mendekat dan.....

Chuuppp..~

Fani mencium pipi Donghae lembut lalu menunduk karena malu.

“Chagi, tidak kusangka kau sebegitu inginnya menciumku bahkan saat di depan hyung dan dongsaengku.” kata Donghae terkekeh lalu dengan segera mengambil posisi untuk melarikan diri.

“Mwo? Ya! Neo, jinjja!” kata Fani pada Donghae yang telah melarikan diri. “Ya! Lee Donghae! Awas kau ikan ikan mokpo!” kata Fani lalu beranjak mengejar Donghae.

“Hahahahahahahaha............~” tawa semua member.

END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar